fbpx

Air Kantung : Genap 90 Hari Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah

Share

Jika dihitung dari tanggal surat Keputusan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor : 188.4/1097/DLH/2020, maka genap sudah 90 hari masa penerapan Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah kepada PT Pulomas Sentosa. Paksaan Pemerintah kepada perusahaan untuk memindahkan tumpukan limbah pasir hasil kerja keruk di Gerbang Laut Muara Air Kantung akan dilakukan evaluasi akhir oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dilaporkan oleh nelayan muara air kantung, pada hari ini 30 Desember 2020, terjadi pendangkalan dan penyempitan gerbang laut muara air kantung. Alhasil terlihat didalam video youtube, sejumlah kapal nelayan terapung di perairan pantai, mungkin saja mereka bisa masuk mendaratkan kapalnya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.

Kelompok Swadaya Masyarakat Nelayan Pesisir Sungailiat

Menurut Tim Advokasi Pelestarian Air Kantung PDKPBABEL, tumpukan limbah pasir yang tingginya mencapai 20meter dari permukaan air laut adalah hasil kerja PT Pulomas Sentosa sebagai pelaksana proyek Normalisasi Perairan Pelabuhan Perikanan Sungailiat. Lantaran pengawasan dan pengendalian dari pemberi izin yakni Pemkab Bangka maka bukit pasir tersebut sering mengalami longsor. Dampaknya terjadi daratan baru mempersempit lebar gerbang laut muara air kantung.

John Ganesha Siahaan kordinator TAPAK PDKPBABEL mendalikan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Pedoman Perapan Sanksi. Katanya, setelah sanksi administrasi paksaan pemerintah tidak dilaksanakan sebagian atau seluruhnya maka pembekuan Izin Lingkungan kegiatan usaha dapat diterapkan. Bahkan menurutnya pencabutan izin lingkungan sudah memenuhi syarat materil karena dampaknya beresiko bagi keselamatan dan keamanan bagi nelayan.

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...