fbpx

Apa Kabar Sektor Pertanian dan Perikanan Indonesia di Tengah Pandemi

Share

Pentingnya Sektor Pertanian-Perikanan Indonesia

Indonesia merupakan Negara Agraris dan Maritim yang dapat dikatakan sebagai Negara yang bertumpu pada sektor Pertanian dan Perairan. Sumber Daya Alam (SDA) suatu Negara tentu sangat penting, karena Sumber Daya Alam dapat dikelola sebagai amunisi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan di suatu Negara. Tentunya tidak semua Negara memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah seperti Negara Indonesia.

Letak geografis Negara Indonesia sangatlah menguntungkan, dengan diberkahi atas struktur tanah yang subur dan luasnya lautan, tentu itu dapat digunakan serta dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas. Negara tentu perlu memberikan perhatian ekstra terhadap sektor pertanian dan perikanan, banyaknya masyarakat yang terkena dampak dari Pandemi Covid-19 tentu akan sangat mengkhawatirkan jika sektor pertanian dan perikanan sampai mengalami kondisi yang krisis.

Alih-alih kebijakan oleh Pemerintah terkait kesehatan tentu sudah disampaikan seperti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan. Perihal urusan terkait kesehatan sudah dilakukan oleh Pemerintah yang tentunya telah disampaikan kepada masyarakat, akan tetapi bagaimana dengan kondisi kebutuhan masyarakat. Masyarakat tentunya membutuhkan makan demi keberlangsungan hidup.

Patut disadari bahwa para petani tentu membutuhkan lahan dan alat produksi, begitupun nelayan membutuhkan kapal untuk pergi ke laut. Mereka semua harus menjalankan aktifitas mereka, karena harus kita sadari bahwa peran mereka semua sangat besar dalam keberlangsungan hidup masyarakat secara luas di dalam Negara. Penerapan kebijakan seperti PSBB atau himbauan dirumah aja tentu tidak berlaku bagi petani maupun nelayan, mereka senantiasa harus melakukan aktifitas mereka. Ketika para petani maupun nelayan berhenti melakukan aktifitas mereka karena adanya Pandemi Covid-19, tentu akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat secara luas.

Permasalahan yang belum tertuntaskan

Tentunya petani di hari-hari biasa, selalu herhadapan dengan berbagai persoalan yang pelik.  Petani harus berhadapan dengan ketidakpastian harga,  baik beras,  jagung,  atau komoditas holtikultura seperti bawang dan sayuran-sayuran.  Petani menjadi korban pertama dari rezim inflasi rendah,  karena serta merta akan menyebabkan harga jual dari petani menjadi sangat rendah.  Belum lagi adanya komoditas serupa yang diimpor,  yang sangat merusak harga jual petani. Masalah lainnya seperti kurang mendukungnya infrastruktur dasar untuk petani,  yang berimbas pada rendahnya kualitas dan produktifitas komoditas yang dihasilkan.

Masalah penting lainnya adalah pengembangan SDM dan lemahnya sentuhan otoritas dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian.  Hal ini berakibat pada mengecilnya peluang-peluang inovasi pertanian, yang akhirnya ikut memperkecil kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional ataupun perekonomian daerah.  Saat ini ancaman virus Covid-19 ikut menghujam kehidupan para petani. Sangat bisa dibayangkan betapa destruktifnya imbas Covid-19 pada sektor pertanian dan kehidupan petani.

Begitupun dengan persoalan para nelayan, persoalan yang pelik banyak dirasakan nelayan Indonesia untuk mendapatkan informasi cuaca, gelombang perairan, arah angin masih terbatas. Lantas informasi lokasi persebaran ikan masih didapat secara konvensional, penanganan kondisi darurat masih kurang, hingga akses informasi mengenai ikan yang dibutuhkan pasar masih kurang.

Masalah berikutnya yang dihadapi nelayan di Indonesia adalah penyimpangan dan pengelolaan, di mana informasi lokasi dan kapasitas penyimpanan pendingin masih terbatas. Lalu fasilitas penyimpanan pendingin di pelabuhan masih kurang dan hasil tangkapan akan menurun kualitasnya jika tanpa kepastian penjualan dan fasilitas penyimpanan pendingin. Sedangkan permasalahan yang terakhir ada pada bidang pemasaran, di mana nelayan masih kurang akses untuk mengetahui harga pasar hasil tangkap yang dapat menyebabkan fluktuasi harga. Kemudian masih munculnya tengkulak dalam jalur distribusi, dan kurangnya dukungan untuk pengembangan pemasaran elektronik.

Dampak yang paling dikhawatirkan ialah jika terjadinya krisis pangan, di tengah Pandemi banyak bermunculan keluh kesah masyarakat seperti sulitnya mencari pundi-pundi rupiah, penjualan barang yang sepi, dan pelbagai problematika lainnya, jangan sampai Indonesia yang dilanda Pandemi Covid-19 mengalami krisis pangan tentu akan menjadi sangat parah. Maka dari itu, Pemerintah patutlah juga mengawasi terkait urusan pangan yang ada di Indonesia bukan hanya urusan Protokol Kesehatan.

You may also like...