Sistem Okulasi Sambung Stek Lada dengan Melada

Mengingat harga lada yang sedang anjlok saat ini sepertinya terlalu kuno untuk dibahas, belum lagi ditambah dengan penyakit pada tanaman lada yang sulit diatasi serta susahnya merawat tanaman satu ini,menjadikan para petani harus berpikir ulang untuk berkebun lada.

Lada babel adalah tanaman yang mempunyai kulitas internaaional. Berkebun lada memang menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan bagi masyarakat Bangka Belitung bila masalah-masalah seperti itu teratasi.

Oleh karena itu tidak capek-capeknya para petani, penangkar bibit serta pemerintah provinsi maupun kabupaten selalu mencari solusi dan inovasi terbaru agar mempermudah petani dalam memproduksi biji lada.

Beberapa penangkar bibit di Bangka Tengah mulai serius mengembangkan Bibit Lada dengan system okulasi sambung stek antara lada dengan Melada.

Teknik menyambung bagian bawah tanaman malada dengan batang tanaman lada ini diharapkan akan mengurangi dampak kematian pada tanaman lada yang disebabkan beberapa faktor diantaranya :

  • BPB ( Busuk Pangkal Batang) yang disebabkan oleh patogen phytophthora capsici;
  • Penyakit kuning yang disebabkan oleh jamur FUSARIUM OXYSPORIUM:
  • Penyakit kerdil atau keriting yang disebabkan oleh virus pepper yellow mottle dan cucumber mosaic. Penyakit yang tidak mematikan namun sangat menggangu produksi buah

Virus atau penyakit diatas masuk melalui mulut-mulut akar yang tanah disekeilingnya kering dan memudahkan jamur berkembang biak dan masuk lewat mulut akar sehingga akar menjadi busuk dan tanaman lada akan mudah terserang penyakit.

Oleh karena itu pak Holidi Alam salah satu penangkar bibit dari Bangka Tengah mengupayakan cara terbaik supaya system ketahanan tanaman lada bisa kebal terhadap penyakit tersebut.

Salah satu caranya adalah mengganti batang bawah lada dengan tanaman yang keras yang cocok dikawinkan dengan tanaman lada.

Kami bersama kawan-kawan penangkar bibit lada selalu berupaya bagaimana kawan-kawan yang berkebun lada bisa sukses,salah satu caranya adalah dengan cara menyediakan bibit unggul dan yang kebal penyakit.

Holidi

Tanaman Melada adalah tanaman asli asal hutan amazon yang dengan nama latin piper colubnium. Tanaman ini biasanya hidup disekitar perairan sungai amazon.

Tanaman ini tergolong jenis tanaman yang mampu beradaptasi dilingkungan lembab/kering dan mempunyai curah hujan yang tinggi.

Sifat ketahanan tanaman ini tehadap penyakit menjadi factor penting mengapa beberapa penangkar di Bangka tengah mulai melirik tanaman melada.

Yahhh,…

Semoga melada ini menjadi harapan baru bagi petani yang ada dibangka Belitung, Demi meningkatkan produksi serta mengurangi dampak kematian pada tanaman lada tutur pak holidi

Ketua DPRD ME HOA TERIMA LANGSUNG ASPIRASI PEMUDA

Ibu Ketua DPRD Bangka Tengah Mehoa

WARGA KELUHKAN JALAN BERDEBU

Langit Babel – Beginilah kondisi Jalan Pesantren Ibnu Sabil di Desa Cambai, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Kalau sudah jam antar jemput anaknya sekolah, melewati jalan ini, pastilah memancing keluhan dan berujung kekesalan.

Jalan pesantren biasa disebut warga cambai ini juga merupakan akses menuju kebun warga setempat. Bila musim panas seperti sekarang ini otomatis kata “wadaw debu ne” keluar dari mulut warga.

” Dak sanggup kek Debu a, tapi cemane agik, nak nganter budak-budak ne sekolah ” (Aduh tidak sanggup dengan debu ini, tetapi mau bagaimana lagi, harus antar anakku ke sekolah)

Ungkap Keluh Warga Pengguna Jalan Pesantren Cambai

Menurut Abdurahmansyah, pemuda Desa Cambai kemampuan dana desa barulah sebatas pengerasan jalan. Sedangkan untuk peningkatan jalan tersebut sebaiknya dikomunikasikan dengan APBD Kabupaten Bangka Tengah.

Tidak berhenti di tataran ide, Abdurahmansyah mengajak kawan sekampung bersama Supiantono – Ketua RT 06 Desa Cambai melakukan upaya dengan menyusun aspirasi warga tersebut dalam bentuk Proposal.

” Karena ini penting, urgent ! Saya sampaikan Proposal warga ini saat pengambilan sumpah janji Ketua DPRD Ibu Mehoa. Langsung ke tangan beliau.”

Cerita Abdurahmansyah – Biasa dipanggil Aimar

Rupanya oleh Abdurahmansyah, proposal permohonan peningkatan jalan Pesantren itu telah diantarkan langsung ke Ketua Definitif DPRD Bangka Tengah Ibu Mehoa.

SALURKAN ASPIRASI KE DPRD BANGKA TENGAH

Pengakuan Abdurahmansyah bahwa kedatangan mereka disambut baik oleh Ibu Mehoa Ketua DPRD Bangka Tengah. Memang seperti itulah Ibu Ketua yang biasa dipanggil “Ce-Me” oleh Aimar dan kawan-kawan.

Saya senang kawan-kawan muda yang menyampaikan aspirasinya ke wakil rakyat. Nanti kami minta dinas PU memaparkan infrastruktur dimana saja, semuanya by name by adress.

Jawaban Ibu Mehoa terhadap aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan warga Desa Cambai

Dengan diterimanya proposal permohonan peningkatan jalan pesantren desa cambai oleh Pimpinan DPRD Bangka Tengah. Abdurahmansyah berharap Ce-Mehoa dapat segera menugaskan dinas PU Bangka Tengah agar mensurvey kondisi jalan pesantren di desanya.

Aspirasi sudah disampaikan, namun jangan lupa selain menyampaikan pada Wakil Rakyat berupa proposal, proposal / kegiatan yg akan menyerap APBD Bangka Tengah itu harus juga dlm perencanaan anggaran di tingkat Desa/ Kecamatan ( Musrenbang )- ke OPD terkait. Nanti Kita akan minta Dinas PU mensurvei Kondisi jalan, jika memang skala prioritas karena ada Sekolah, Pemukiman, Jalan Lingkar Desa dan sudah dalam tahapan tahapan layak di tingkatkan ke Pengaspalan, kenapa tidak? Ujar Ibu Mehoa Ketua DPRD kabupaten Bangka Tengah periode 2019-2024

Akan di lihat ada drainase yg akan menunjang kualitas Aspal tetap terjaga, tdk gampang rusak karena dilewati beban yg berat dan banjir / hujan Ini akan saya sampaikan saat menerima aspirasi ” Tegas salah satu dewan yang selalu terlihat cantik itu “

Katanya jika kepentingan warga desa adalah peningkatan jalan maka menurutnya harus diperjuangkan.

GERAKAN PETANI MILENIAL 2019

Lada Bangka Belitung akhir-akhir ini menjadi menarik untuk diperbincangkan Rabu 25 September 2019 kemarin sekelompok mahasiswa Bangka Belitung berduyun-duyun mendatangi gedung DPRD PROVINSI KEP.BABEL Menuntut kenaikan harga lada yang sekarang ini menjadi masalah yang pelik di masyarakat Bangka Belitung

Sedangkan gambar ini adalah bimtek gerakan petani milenial 2019 yang di adakan dinas pertanian kepulauan Bangka Belitung di restoran gale-gale.

Restoran Gale-Gale Pangkalan Baru Kamis 26 September 2019

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petani muda bagaimana cara menjadi petani yang sukses di era milenial.

Acara yang dihadiri oleh gubernur Bangka Belitung ini berjalan dengan seru dan hangat. Sebab dengan logat asli Bangka Belitung gubernur memberikan paparan tentang lada bangka Belitung yang membuat dialog serasa membumi.

Menurut Pak Erzaldi pad tahun 2020 petani yang menerima bantuan bibit, junjung dan pupuk dari pemerintah wajib menjadi anggota koperasi.

Petani milenial dicirikan Gubernur harus terbiasa dengan android. Teknologi Informasi yang dapat menghubungkan petani melalui jaringan internet dengan PPL setempat.

Sehingga petani milenial dapat mengetahui perkembangan lada terkini dan bagaimana berinteraksi dengan Sistem Resi Gudang ( SRG ).

Apa yang dilakukan pemerintah propinsi selama ini menurut beliau sudah berusaha menjangkau perlindungan petani lada dari situasi harga jual lada yang sangat rendah.

Ia mengakui tidak mudah meyakinkan petani bangka belitung tentang program perladaan yang telah dijalankannya.

Kalau ikak nak ikot yoo.. gak sude.. sahang kite juga kini tidak ada lagi didunia international. Karena yang ada lada Vietnam dan china. Lada babel ni dicampur kek orang. Banyak yang lebih pecaya dengan taoke dibanding dengan Sistem Resi Gudang

Duplik Sang Gubernur Erzaldi Atas Tuntutan Kebijakan Kebangkitan Lada Bangka belitung

Selain program SRG gubernur juga menjelaskan program yang akan mengurangi penjualan butiran lada. Gubernur ER menginginkan perdagangan merica asli bangka ini dilakukan dalam bentuk produk dalam kemasan.

Berkali kali Gubernur ER mengajak petani milenial bersama sama membangun kejayaan lada babel kembali.

Katanya, Kekompakan para petani milenial sangat dibutuhkan untuk melawan praktik pengoplosan lada bangka belitung. Gubernur ER menyebutkan hal itu merugikan kepentingan bangka belitung.

Dalam acara ini Dinas pertanian juga mengajak para petani untuk meningkatkan produktifitas lada,salah satunya pemerintah provinsi juga memberikan informasi kalau itulah tujuan program pengadaan bibit ,junjung dan tajar hidup ini informasi yang disambut hangat oleh para petani yang mengikuti bimtek Petani Milenial 2019 itu.

TUKANG SAPU YANG HIDUP BERKEBUN MENJADI WAKIL RAKYAT

subandri anggota dprd bangka tengah

Pinang Sebatang 27 September 2019—Hidup Itu seperti Roda yang Berputar Sepertinya bukan hanya kata bijak dari pepatah,terbukti pada Subandri seorang petani kecil yang saat ini menjadi perwakilan rakyat dari Bangka tengah periode 2019-2024

Uniknya kisah kehidupan Subandri terasa asyik untuk menjadi pembelajaran/ motivasi bagi para pemuda agar selalu bersyukur dan semangat menjalani kehidupan sebagai seorang petani biasa yang bercita-cita  tinggi untuk kemashalatan orang banyak

Subandri yang terlahir dari keluarga biasa, bisa dibilang sangat jauh dari kata cukup ketika itu bertempat tinggal di kebun yang jauh dari keramaian Desa Penagan pada waktu itu,meski hidup dalam ekonomi yang pas-pas an beliau mempunyai cita-cita yang tinggi untuk itulah dia bertekad harus bersekolah

Dikarenakan mempunyai cita-cita yang tinggi bang suban ‘’panggilan akrab beliau ‘’ menjadi pribadi pekerja keras yang menjadikan dia kekurangan waktu untuk bermain,sepulang sekolah dia membantu orangtuanya menyadap getah karet dikebun untuk membiayai kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Hidup dalam kondisi yang serba kekurangan dan sering berpindah-pindah tempat tinggal membuat dia sering berpindah tempat sekolah akan tetapi dari itu dia bisa mengenal orang banyak dan tempat baru membuat mental anak seusianya ditempa dengan kedewasaan berpikir.

Dibawah cahaya lampu Petromaks waktu itu,Bila malam hari suban selain belajar mengaji al-Quran  diketahui juga sering membaca buku ,membuat dia terkadang kesulitan untuk tidur seperti anak biasanya

Beranjak remaja beliau sudah merantau ke Batam untuk menjadi seorang tukang sapu hingga menjadi buruh pabrik,hidup sendirian ditanah rantau membuat dia harus bisa mengatur ekonomi sendirian,terkadang beliau dalam satu hari hanya mengkonsumsi mie instans agar hasil yang didapt bisa di tabung dan bisa dikirim untuk membantu keluarga yang ada di Bangka Belitung.

Hidup dalam kesusahan di tanah rantau tidak membuat beliau menyerah bahkan kabar yang di sampaikan kepada keluarga pun selalu kabar yang baik agar keluarga yang ada di bangka tidak risau memikirkannya.

Dia juga adalah pemuda yang aktif di organisasi sosial,waktu muda beliau menjalani kehidupan sebaga seorang petani serta aktif di organisasi sosial sehingga membuat dia berada di dunia baru yang mulai menumbuhkan sikap sosial yang tinggi kepada kawan maupun lawan

Suban tumbuh menjadi pemuda yang mandiri ,yang peduli dengan kesusahan orang lain,akan tetapi besarnya keinginan berkontribusi  jikalau tidak di dukung dengan jabatan yang serius maka setiap gerak demi orang banyak juga pasti terbatasi.

Maka suban mulai tertarik mempelajari ilmu politik ,karier politiknya pun dimulai dari simpatisan partai ,pengurus ranting hingga di tahun 2010 dia menjadi PAC partai politik dan karirnya organisasi partainya pun sampai ke ketua DPC bangka tengah, menjadi ketua DPC Partai,menjadi kader partai sekaligus seorang petani dijalani dalam waktu yang cukup lama menjadikan suban lebih dekat dengan masyarakat serta memahami apa yang menjadi kebutuhan warga masyrakat Bangka tengah.

Pengalaman menjadi seorang kader organisasi sosial dan organisasi partai membuatnya matang dan dewasa untuk  menjadi seorang yang pantas menjadi wakil rakyat,perlahan jiwa kepemimpinanya mulai tumbuh hingga banyak permintaan dari warga yang memintanya untuk menjadi seorang wakil rakyat.

Tepatnya ditahun 2018 berbekal doa serta dukungan dari masyrakat dia memberanikan diri untuk mendaftarkan diri menjadi wakil rakyat dapil 2 bangka tengah sungai selan-simpang katis dipemilu legislatif 2019

Gayung pun bersambut suban terpilih menjadi wakil rakyat periode 2019-2024 dengan suara terbanyak di Daerah Pemilihan Tingkat 2 Kab Bangka Tengah suara yang diamanahkan masyarakat untuk mewakili masyarakat Bangka tengah dengan diiringi rasa syukur yang tidak habis-habisnya dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa lantas tidak membuat dia berbangga diri dan kini seorang Tukang Sapu itu harus menerima dengan ikhlas tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya sebagai wakil rakyat.

Tepatnya ditanggal 7 september kemarin dengan suka cita  serta rasa syukur beliau diantar para warga untuk dilantik diambil sumpahnya sebagai Anggota DPRD Bangka Tengah di GSG KOBA.

Subandri bertekad ingin menjadi wakil rakyat yang tidak hanya mewakili suaradi di daerah tertentu saja,akan tetapi beliau ingin menjadi wakil rakyat yang mampu menyerap dan menyalurkan aspirasi seluruh masyarakat Bangka Tengah

Beliau adalah orang yang ramah serta pandai bergaul,

Pengakuan Erdian Warga Namang Bangka Tengah

Hadli warga Desa Belilik (32) “bahkan kepada kawan-kawan yang tidak ikut memilihnya didaerah Dapil 3 ini beliau tidak pilih-pilih”sembari membenarkan ucapan erdian

Umur,Rezeki dan kematian sudah menjadi kodrat/Ketetapan dari Allah SWT akan tetapi semua itu harus diiringi dengan IKHTIAR Perjuangan serta Doa menjadi kunci dalam menjalani proses kehidupan di dunia ini,Semoga kisah ini menjadi motivasi dan menjadikan kita untuk selalu bersyukur dan menjadi pribadi yang tekun dalam bekerja dan belajar.