Intensifikasi Kebun Kelapa Sawit dengan Replanting

Intensifikasi pertanian dalam kebun kelapa sawit diartikan dengan semaksimal hasil produksi dari budidaya kelapa sawit. Seperti penggunaan bibit unggul yg bersertifikat, pupuk yg berimbang dan sistem budidaya kelapa sawit yg benar.

Ekstensifikasi pertanian dengan memperluas areal perkebunan kelapa sawit,tetapi petani kelapa sawit di bangka belitung belum memaksimalkan hasil produksi perhektar pertahun, ungkap Salman ketika diwawancarai di kedai kopi pangkalpinang.
Maka dari itu pentingnya intensifikasi pertanian kebun masyarakat. Menurut Lulusan Pertanian Universitas Bangka Belitung mengatakan
Kalau nggk salah tahun depan ada program Replanting kebun sawit yang tidak produktif dari kementerian pertanian yang sifatnya hibah. Untuk itu iya meminta petugas pertanian dan pekebun untuk update informasi dari dinas pertanian yang ada di kabupaten.

Memaksimalkan potensi hasil dari kebun sawit petani yg sudah ditanam dengan intensifikasi pertanian, jadi Ekstensifikasi tidak terlalu perlu dilakukan
Bisa beralih ke komoditi pertanian yg lain seperti buah2an. Singkong dan lain -lain,katanya yang keseharianya sebagai konsultan kelapa sawit.

Salman juga menjelaskan Kalau perusahaan rata 25 sampe 30 ton perhektar pertahun sedangkan untuk petani atau kebun rakyat rata rata di bawah 20 ton perhektar pertahun. (ze/ Nov 2019).

PDKP Babel dan ELSAM Riset HAM dan Bisnis Pariwisata Tanjung Kalayang Babel

Langitbabel – Jakarta🇮🇩Pariwisata menjadi komponen penting dari diversifikasi ekspor baik untuk ekononi baru maupun ekonomi yang sudah maju. Pariwisata memiliki kapasitas ekonomi yang kuat untuk mengurangi defisit perdagangan dan dapat mengimbangi pendapatan ekspor yang lebih lemah dari barang dan jasa lain.

Acara workshop tersebut diselenggarakan di Hotel Oria Jakarta, tanggal 29 Oktober 2019 oleh para peneliti ELSAM Jakarta, untuk pemetaan isu HAM dalam pengembangan pariwisata dibeberapa tempat di Indonesia.

Seperti yang telah diteliti oleh peneliti dari Elsam, Wahyu Wagiman menjelaskan bahwa secara umum pola-pola pelanggaran HAM yang dialami oleh masyarakat terkena dampak pembangunan.

Strategi dan pendekatan yang telah dan akan dikembangkan oleh para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi resiko pelanggaran HAM dan mitigasi resiko tersebut (pemerintah dan korporasi).

Salah satunya perwakilan PDKP Babel Ibrohim mengatakan daerah pariwisata Tanjung kelayang Provinsi Bangka Belitung termasuk kawasan KEK pariwisata setelah pertambangan di Bangka Belitung.

“Diperlukan upaya untuk menghormati, melindungi dan memulihkan hak warga sipil dikawasan tersebut. Karena itu akan berdampak pada pelanggaran hak asasi warga dan diharapkan riset ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah dalam menyusun rencana kerja sehingga dampak akan pembangunan kawasan tersebut tidak mengurangi hak asasi warga setempat,”ungkapnya.

Kampanye Festival Mobil XPander PinterBener Gelar Senam Pagi

Langitbabel – Jakarta🇮🇩 Showroom Mitsubishi Motors Cabang Nusantara Berlian Motor Jakarta  menyelenggarakan berbagai acara diantaranya senam pagi, test drive, foto both gratis, hiburan musik dan berbagi hadiah menarik buat pengunjung semuanya yang melewati jalan Sudirman Jakarta ini.

Kegiatan yang diselenggarakan depan showroom Mitsubishi Motors dibilangan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Cabang Nusantara Berlian Motor, minggu pagi dalam acara kampanye festival yang diawali senam pagi bersama dan dipandu oleh Ibu Niar sebagai instruktur senam pagi. 

Kepala Cabang Nusantara Berlian Motor Jakarta Michael Ciodah F memberikan sambutannya didepan pengunjung

Michael Ciodah F Kepala Cabang Nusantara Berlian Motor dalam sambutannya bahwa kegiatan ini untuk ibu-ibu, bapak-bapak semuanya yang ada disini untuk memeriahkan festival kampanye XPander Pinter Bener yakni mengenai pinter biaya perawatannya, pinter spare part-nya, mudah cari dealernya, nyaman mobilnya.

“Semoga bapak-bapak dan ibu-ibu bisa menikmati acara kampanye XPander PinterBener dan mengikuti seluruh rangkaian acara kami, dan kami sudah sediakan foto both gratis buat semuanya,”kata Michael Ciodah F Kepala Cabang Nusantara Berlian Motor Jakarta ini.

Dengan taglinenya, #XPanderPinterBener

“Pinter biaya perawatannya, pinter harga spare partnya, bener mudah cari dealernya, bener nyaman mobilnya,”tambahnya

Kepala Cabang Nusantara Berlian Motor Jakarta Michael Ciodah F ikut senam bersama peserta

Mobil XPander ini memberikan kenyaman buat keluarga karena memiliki berbagai fitur-fitur interior yang sangat mewah dan elegan serta nyaman dikendarai.

Instruktur Senam Ibu Niar memandu senam bersama

Hiburan musik yang menambah semangat para pejalan kaki yang melewati panggung sangat terhibur ketika MC Artos Olla mendekati ibu-ibu yang lewat depan panggung untuk bernyanyi dan berjoget bersama lagu Meumere dan juga ada artis dangdut Yendri Huddami turut mengisi acara tersebut.

Diatas panggung juga MC Artos Olla juga memberikan pertanyaan kepada ibu-ibu, jika dapat menjawabnya akan mendapatkan hadiah dari Mitsubishi XPander PinterBener ini.

Penyerahan hadiah kepada peserta yang bener menjawab pertanyaan dari MC. Artos Olla

Sambil mengajukan pertanyaan kepada ibu-ibu,” sebutkan dua jenis produk mobil dari mitsubishi, lalu ibu pun menjawab, mobil XPander dan Pajero,”jawabnya

“Beneerrr,,,! Kata MC Artos Olla, langsung hadiahnya dikasih kepada ibu tadi.

Showroom Mitsubishi Motor Cabang Nusantara Berlian Motor Sudirman Jakarta

Ditempat yang sama, salah satu pejalan kaki yang tidak mau disebut namanya melewati dan ikut senam pagi acara tersebut, merasa senang dan terhibur dengan acara kampanye Mobil XPander ini yang meriah sekali dan semua yang melewati panggung sangat senang.

“Iya, saya senang sekali acara ini menghibur ditambah ada hadiahnya dari Kampanye mobil XPander ini,”ujarnya, sambil menunjukan hadiah yang diberikan oleh panitia.

Perlu diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu, mitsubishi ini juga mendapatkan penghargaan tertinggi dalam “kepuasan penjualan” dari J.D Power 2019 Indonesia Sales Satisfaction Index (SSI) study dan penghargaan Customer Sevice Index.

Penerimaan Penghargaan dari J.D Power 2019

#pilihXPANDERPinterBener

Pinter Biaya Perawatannya Pinter Harga Spare Part-nya Bener Mudah Cari Dealer-nya Bener Nyaman Mobilnya

Pariwisata Papua dan Papua Barat Perkuat Infrastruktur dan Anggaran

Langitbabel – Jakarta🇮🇩Pariwisata sebagai sektor unggulan mendapat dukungan oleh Presiden dan semua kementerian untuk mendukung dengan dibangunnya infrastruktur yang menghubungkan tujuan wisata. Pariwisata menempati kedua sektor unggulan perekonomian dampaknya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Di Indonesia masuk 10 besar negara daerah tujuan wisata di kunjungan ke Indonesia, sedangkan untuk tingkat Asean Indonesia menempati nomor satu dengan tingkat kunjungan terbanyak sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik pertumbuhan wisman meningkat mencapai 7,6 persen.

Kawasaan perintisan pariwisata, tingkat kunjungan turun naik di Papua terutama dari potensi pasar seperti Cina, Singapura, Amerika, Australia, dan Eropa.

M. Jusrianto Direktur Bakornas LEPPAMI PB HMI Menyampaikan Paparannya dihadapan peserta

“Posisi  daerah di Papua salah satu didaerah Puncak Jayawijaya paling mahal didunia untuk dikunjungi dengan kultur budaya Papua dipuncak ada daya tariknya,”ungkap Yoserizal Perwakilan Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata disaat menyampaikan paparannya yang diselenggarakan oleh Bakornas Leppami PB HMI dimarkas Aula PB HMI di Jakarta.

Dengan lokasi alam budaya untuk peluang pengembangan fokus ke papua dan papua barat yang saat ini telah menerbitkan dua Perpres percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

Salah satu upaya dengan menyelenggarakan kegiatan untuk PON juga mendatangkan turis dengan momen ini sangat tepat pengembangan promosi pariwisata.

Pengembangan fasilitas disertai dengan 5 proyek besar diantaranya jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, perhotelan, dan infrastruktur pendukung pariwisata.

“Dimana insfrastruktur pariwisata salah satu akses yang menghubungkan turis dari asal dan ketempat tujuan, terutama trans penghubung pembangunan bandara,”sambungnya

Ditambahkan lagi, tantangan alam yang indah akses atraksi, penginapan restoran dan lain-lain serta citra keamanan yang belum kondusif yang harus dijaga.

“Terus lahan pariwisata yang dikuasai oleh hak ulayat yang tidak sembarangan dikuasai, tapi ada solusinya dengan cara hubungan lebih baik pemerintah daerah dan bekerja sama dengan pemilik tanah ulayat,”tambahnya

Dampak ekonomi pola kerja sama antar kementerian, dan juga menyiapkan kebutuhan tenaga SDM prefesional yang memadai, melalui pendidikan pariwisata.

“Komitmen kepala daerah dalam pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri tapi harus didukung anggaran guna pengembangan kegiatan pariwisata tersebut,”tukasnya

Ditempat yang sama juga disampaikan oleh Direktur Bakornas PB HMI M. Jusrianto, bahwa pengembangan pariwisata sangat perlu didukung oleh semua pihak karena memerlukan biaya yang sangat besar dan proses yang panjang untuk mengembangkan pariwisata ini.

Kegiatan ini juga dengan mendatangkan pembicara dari Direktur Bakornas Leppami PB HMI M. Jusrianto yang juga penyelenggara kegiatan seminar ini, Perwakilan Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Parawisata, Alvin A. Camba (Phd Candidate at John Hopkins University dan Non-Resident fellow with Stratbose ADR Institute), dengan tema “Menopang Papua Damai dan Sejahtera Melalui Pembangunan Pariwisata yang digelar dalam Seminar Perdamaian.

Dalam paparannya M. Jusrianto selaku Direktur Bakornas LEPPAMI PB HMI menjelaskan bahwa pemerintah harus memperhatikan pembangunan pariwisata di Papua, karena selama ini belum maksimal untuk pengembangan patiwisata, dimana insfrastruktur belum maksimal,karena akses tujuan wisata yang dikembangkan dan juga pengembangan juga tentu dengan pendekatan persuasif karena konflik bisa menjadi persoalan di Papua.

“Artinya pemerintah harus serius memperhatikan keinginan sentuhan masyarakat, agar pengembangan pariwisata bisa berkembang,”ungkap M. Jusrianto.

Hal yang sama disampaikan oleh Riki Air dari PP PMKRI, mengatakan bahwa orang Papua masih merasakan hak-hak dasar sosial budayanya belum dihargai dan diakui sepenuhnya, bahkan merasa dikorbankan dari implementasi kebijakan dalam proses pembangunan.

“Artinya masyarakat selama ini merasakan hak mereka tidak dihargai, hanya jadi korban dari kebijakan dalam pembangunan pariwisata,”ungkap Riki