fbpx

Duet Whisnutama Angela Bos TV Kini Pegang Kemenparekraf

Share

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dua domain pekerjaan yang menjadi tanggungjawab Wishnutama dan Angela Tanoe. Menteri dan Waki Menteri ini bukan kebetulan lagi mereka dipilih oleh Presiden Jokowi dan Wapres Maaruf Amin karena memiliki rekam jejak memimpin manajemen perusahaan televisi berjaringan nasional Net TV dan Global TV.

Wishu-Angela tak perlu diragukan jika di claim memiliki jaringan kerja dengan ribuan bahkan mungkin jutaan orang bertalenta di Indonesia khususnya mereka kalangan milenial berbakat.

Kedua TV itu bukanlah TV berita, konten utama NET TV dan Global TV adalah hiburan yang lebih banyak menciptakan lapangan pekerjaan bagi pelaku seni kreatif.

Berawal dari ide program acara ternyata berujung membuka agensi-agensi rekruitmen talenta dan rumah -rumah produksi di propinsi juga kabupaten di Indonesia

Justru dalam bidang kepariwisataan saya tidak menemukan rekam jejak duet Wishnu-Angela. Misalnya KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, proyek megah ini multi disiplin ilmu.

Menparekraf dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang pemenuhan prinsip HAM dalam upaya bisnis negara membangun kawasan ekonomi bersama pelaku usaha. Artinya, kewenangan Kemenparekraf untuk membangun infrastruktur dalam kawasan ekonomi KEK Tanjung Kelayang bukan semudah membangun gedung kantor dan jalan.

Didalamnya harus memuat dasar pertimbangan dan analisa apakah infrastruktur dalam kawasan KEK Tanjung Kelayang mematikan perekonomian masyarakat sekitar KEK Tanjung Kelayang?, itu baru dari dimensi Sertifikasi ISO Kelayakan HAM. Belum lainnya.

Oleh sebab itu, saya menilai dalam 100 Hari Kerja Wisnutama dan Angela Tanoesoedibjo sebaiknya difokuskan pada program pengembangan sumber daya talenta kreatif Indonesia diseluruh daerah.

Para talenta lokal perlu ditemukan lalu diberdayakan kemampuannya. Kemudian dengan dukungan kuat dari Kementerian sejumlah karya intelektual kreatif anak bangsa dapat menjangkau pasar ekonomi digital internasional. Sesuatu sekali bukan? sumber devisa baru negara namanya.

Selama ini program ekonomi kreatif masih Jakarta sentris. Produk seni musik, film, dan fashion masih terpusat dari Jakarta. Tetapi dengan adanya Kementerian Ekonomi Kreatif maka urusan seni musik, seni pertunjukan dan film di daerah otomatis juga menjadi domain tugas dan tanggungjawab pemerintah pusat.

Belajar dari Korea Selatan, secara massif negara ini memproduksi konten video boyz band, girlband beserta fashion dan mode rambut yang akhirnya merambah berdiri gerai boutiq korean fashion hingga ke kecamatan di Bangka Belitung. Bagaimana dengan daerah kamu?

Begitupun lagu dan dance mereka meski terdengar datar tetapi mampu memimpin income bisnis digital melalui platform youtube, itune, Apple Music, Spotify Music dan lainnya. Semua pengguna smartphone dengan mudah menemukan konten musik korea.

Kapasitas duet Wisnutama dan Angela Tanoesoedibjo cukup mumpuni untuk pengembangan konten kreatif Indonesia. Dengan jabatan Menteri dan Wakil Menteri mereka bahkan dapat menjangkau talenta luar jawa dan jakarta.

Diversitas Konten justru menjadi peluang bukan hambatan. Begitu unik ragamnya konten digital Indonesia tentu akan lebih mampu pula menjangkau berbagai rumpun masyarakat Internasional.

Fashion kebaya dan batik bisa jadi lantaran mendapatkan dukungan teknis dari kedutaan besar, atase dan Kemenparekraf justru meraih pasar fashion dan trend life style masyarakat di Jepang, Korea bahkan daratan eropa timur.

Banyak lagi, hal lainnya seperti kita ketahui entah kenapa kebanyakan suku batak, ambon, papua, sunda, dll pastilah dianggap pandai bernyanyi, ini adalah aset sumber daya manusia Bangsa Indonesia. Kekayaanl Manusia Indonesia.

Membangun kawasan pariwisata baru atau 10 Bali baru tanpa diiringi pemberdayaan kemampuan kepariwisataan masyarakat lokal, sepertinya itu tugas Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.

Tetapi inikan tidak ! Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Jokowi berjudul Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, artinya dibalik program kepariwisataan juga memuat program Ekonomi Kreatif.

Mungkin akan banyak hotel dibangun di kawasan KEK Tanjung Kelayang. Lantaran kemenparekraf tidak memiliki program pemberdayaan musisi lokal, bisa jadi yang akan mengisi pekerjaan Home Band di Hotel tersebut nantinya malah didatangkan musisi dari luar negeri bukan musisi lokal.

Dengan dalih menguasai bahasa Inggris dan lebih banyak paham tentang lagu-lagu populer dari Negara lain, pihak manajemen hotel lebih merasa diuntungkan jika bisa bekerjasama dengan musisi luar negeri tersebut.

Kita tunggu saja seperti apa program 100 hari kerja Menparekraf Wishnutama dan Wakilnya Angela Tanoesoedibjo. semoga ada perubahan, tidak monoton dan terkesan biasa saja.

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...