fbpx

HMI Babel Mengutuk Keras Pemaksaan Aktivitas Tambang Laut (KIP) di Kawasan Wisata Matras

Langitbabel – Pangkalpinang🇮🇩Menyikapi masuknya kapal isap produksi (KIP) di kawasan wisata Matras, Suriadi selaku ketua umum HMI Babel sangat prihatin dan mengutuk keras pemaksaan oleh pihak PT. Timah dan Mitranya. Dipastikan banyak dampak sosial ekonomi yg ditimbulkan dari aktivitas ini. Termasuk potensi kerusakan tatanan sekitar kawasan wisata Matras ini yg sudah melekat lama sebagai salah satu simbol ekonomi wisata lokal.

Kritik pun ditujukan kepada pihak pemerintah daerah yang terkesan acuh dan hanya terfokus pada pendapatan daerah, meski nyatanya selama ini tak seberapa. Dalam hal ini pemerintah harusnya cepat dan tegas dalam menanggapi masalah ini, apa lagi beberapa hari belakangan sudah banyak konflik dan protes keras dari berbagai elemen aktivis, dan tentunya warga, untuk menolak aktivitas sesat penambangan di kawasan wisata ini.

Parahnya lagi, pihak pemda sendiri yang menetapkan simbol wisata dikawasan ini, plus dengan seabrek event dan fasilitas yang dibangun selama ini untuk pengembangan wisata kawasan Matras.
Perairan Matras ini sendiri merupakan kawasan wisata yang sudah sejak dahulu selalu ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan untuk berlibur.

“Melihat kondisi seperti ini pihak terkait dan pihak yang punya wewenang harus cepat dan sigap dalam menanggapi permasalahan ini, sebelum menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan kemudian,”ungkap Suriadi.

Apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, maka masuknya KIP dikawasan wisata Matras harus tegas ditolak.

Menginggat lagi ada banyak persoalan sosial ekonomi yang terdampak, antara lain :

Pertama, mengakibatkan rusaknya sekitar kawasan wisata matras sehingga mengakibatkan air laut menjadi keruh dan tentunya merusak alam, keindahan wisata matras.

Kedua, kondisi ekonomi masyarakat sekitar dari kepariwisataan juga bakal kacau balau. Menginggat Matras salah satu bagian dari objek wisata penting di Babel.

Ketiga, merusak ekosistem perairan sehingga mengakibatkan masyarakat yang mayoritas mata pencaharian sebagai nelayan akan merasa semakin tercekik akibat area tangkap yang terbatas.

“Selaku ketua umum HMI Babel, Suriadi menegaskan jangan hanya karena memikirkan kepentingan oknum-oknum elit dan kelompok tertentu, daerah ini terus rela terperosok mengorbankan kawasan ekonomi alternatif seperti area ekowisata Matras ini,”imbuhnya.

HMI Babel juga mengutuk pihak-pihak yang terkait dengan pemaksaan masuknya KIP ini, yang menggunakan para broker lapangan untuk merayu warga sekitar dengan iming-iming pembohongan, bahkan intimidasi, yang menipu aspirasi warga yang sebenarnya.

“Melihat kondisi seperti ini, Suriadi menyampaikan bila masalah ini tidak ada tanggapan serius dari semua pihak terkait alias segera mengevaluasi untuk menghentikan masuknya KIP ini, maka HMI Cabang Babel, bersama berbagai elemen masyarakat, tentu akan mengambil sikap aksi tegas dalam beberapa hari kedepan,”tegasnya yang melalui rilis via Whatshapp ke media Langitbabel.

You may also like...