fbpx

MAPALA BANGKA BELITUNG MENGHADIRI KEGIATAN TWKM KE-31 DI KALIMANTAN SELATAN

Langitbabel – Bangka🇮🇩 Mahasiswa Pencinta Alam Bangka Belitung menghadiri kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang ke-XXXI di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan, yang dimana MAPALA Meratus sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan tahun 2019 ini. Adapun tema dalam kegiatan ini adalah“ Gerakan Nasional Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia Dalam Menyelamatkan Sumberdaya Alam Terakhir”.
Temu Wicara merupakan agenda utama dari kegiatan TWKM, Temu wicara adalah ajang pertemuan petinggi organisasi mahasiswa pencinta alam yang akan membahas kondisi internal dan eksternal organisasi serta membahas isu terkini terkait persoalan lingkungan hidup di Indonesia. Agenda tersebut akan menghasilkan rekomendasi untuk disampaikan dan ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Sedangkan Kenal Medan adalah pertemuan lapangan antar anggota organisasi mahasiswa pencinta alam dalam rangka mengembangkan cakrawala ilmu kepencintaalaman dan penyetaraan kemampuan bagi mahasiswa pencinta alam seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai cinta tanah air melalui kegiatan alam bebas serta menanamkan jiwa korsa disetiap individu mahasiswa pencinta alam. Adapun Medan yang digunakan dalam kegiatan kali ini yaitu: Pendakian Gunung Besar Halau-halau, Penelusuran Gua Ali Nateh, Pemanjatan tebing batu laki, pengarungan sungai loksado, dan konservasi bekantan di pulau curiak.
Dalam kegiatan TWKM kali ini mapala bangka belitung hanya mengirimkan dua Mapala yang menghadiri kegiatan tersebut yakni Komunitas Pencinta Alam – Sosial Syaikh Abdurrahman Siddik ( KOPASSAS) dari Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung, dan Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam – Sosial Universitas Bangka Belitung (KOMPAS UBB).
Kegiatan kali ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, sikap kritis mahasiswa pencinta alam terhadap permasalahan lingkungan yang terdapat didaerah masing-masing, dan menumbuhkan persatuan, kesatuan dengan persaudaran antara mahasiswa pencinta alam sebagai implementasi dari kode etik pencinta alam Indonesia, serta memberikan solusi nyata bagi permasalahan organisasi mahasiswa pencinta alam, masyarakat dan bangsa. Tutur Hafsah Berisigef Selaku Dewan Pertimbangan KOPASSAS.

You may also like...