fbpx

Moral View Social Distancing Oleh DR Faisal S.H., M.H.

Share

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara Se-Tanah Air dan terkhusus, Saudaraku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Izinkan saya menyampaikan ajakan moral demi kemaslahatan serta kebaikan bersama. Perhatian dunia beberapa bulan terakhir terkonsentrasi pada wabah Covid19. Hal ini menimbulkan berbagai aktivitas terhenti karena himbauan pemerintah untuk menjalankan misi Social Distancing , menjaga jarak secara fisik dalam skala besar.

Upaya ini adalah langkah taktis yang diperlukan untuk meminimalisir penyebaran wabah korona melalui kontak fisik pilihan ini memang sulit akan tetapi tidak bisa kita hindari karena akibat wabah Covid19 secara global ratusan ribu orang dilanda sakit dan ribuan meninggal.

Bagi orang beriman, setiap musibah ada dalam kuasa Allah yang harus disikapi dengan sabar, doa dan ikhtiar. Jika kita sudah berikhtiar maka selebihnya bertawakal kepada Allah. Firman Allah Swt menyebutkan :

Dan Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakinya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Mari Segenap warga bangsa tumbuhkan Sense of Crisis serta panggilan hati untuk rela peduli dan berbagi sebagai wujud Budi luhur sebagaimana sabda Nabi : dan barangsiapa meringankan penderitaan orang lain maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat.

Muhammadiyah dan MUI bahkan telah mengeluarkan fatwa agar menunaikan ibadah salat di rumah,  serta fatwa antisipatif untuk hadapi Ramadhan dan Idul Fitri, Sholat Tarawih dan kegiatan ibadah di masjid dapat dilakukan di rumah masing-masing, Jika keadaan sampai 2 bulan ke depan masih darurat Covid19.

DR Faisal SH MH

Kami berharap aktivitas yang melibatkan jumlah orang yang banyak di bulan Ramadhan seperti pengajian buka puasa bersama dan safari Ramadan agar diganti pelaksanaannya dengan tidak melakukan kontak fisik.

Pengajian Digital dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan sosial media yang sudah tersedia sebagai pengganti pengajian yang selama ini dilakukan dengan dengan tatap muka di masjid dan majelis ilmu lainnya.

Himbauan pemerintah serta fatwa antisipatif yang dikeluarkan MUI dan berbagai ormas keagamaan dilakukan semata-mata meminta saudara sebangsa dan setanah air untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah

Tindakan diam di rumah bisa bernilai ibadah dan memberi pahala jika disadari niat yang baik dan ikhlas

DR Faisal S.H., M.H Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Dalam hadits yang diceritakan dari Aisyah ra Rasulullah SAW mengatakan bahwa sesungguhnya thaun sejenis wabah penyakit menular itu merupakan peringatan Allah bagi siapa saja yang dia kehendaki dan rahmat bagi orang-orang beriman.

Tiada orang yang pada musim wabah Thaun melanda dan dia berdiam diri dinegaranya dengan sabar dan beribadah kepada allah menyakini bahwa dia tidak akan terkena suatu bencana kecuali atas taqdir allah atas dirinya maka dia akan dicatat mendapat pahala orang syahid.kita sadar betul melakukan pekerjaan dirumah sebagai ibadah,seperti beribadah bekerja dan belajar akan berdampak pada sirkulasi

Kita sadar betul melakukan pekerjaan dirumah sebagai ibadah, seperti beribadah bekerja dan belajar akan berdampak pada sirkulasi aktivitas kehidupan sosial dan ekonomi mengingat jumlah pekerjaan kita di tanah air terbilang berkualifikasi pekerja harian yang pendapatannya digantungkan dengan aktivitas interaksi ekonomi dengan masyarakat luas.

Keadaan seperti ini tidak dapat dibiarkan tanpa satu kebijakan nasional yang dapat mengantisipasi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat yang dihasilkan dari pendapatan harian karenanya pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu mencermati secara seksama untuk mengambil kebijakan nasional yang tegas demi penyelamatan bangsa.

Saatnya semangat persatuan dan gotong royong yang selama ini menjadi kebanggaan nasional dibuktikan di kala krisis seperti sekarang ini jika semua pihak memiliki kemauan atau niat yang kuat disertai ikhtiar optimal secara bersama-sama.

Maka beban seberat apapun akan dapat dihadapi dan disanggah bersama dan dengan lebih ringan jika tidak dapat memberi jalan keluar sebaiknya saling menahan diri untuk tidak menambah berat masalah kita sungguh empati menyaksikan para petugas kesehatan dan para sukarelawan yang terus berkiprah di garis depan dengan segala resiko dan pengorbanannya dalam berbuat untuk kemanusiaan.

Semoga kita sebagai bangsa beriman semakin bertakwa dan dapat mengambil hikmah serta terus bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dengan Rahman Rahim dan kekuasaannya dapat meringankan dan mengeluarkan kita dari cobaan ini.

Billahi Fi sabililhaq fastabiqul Khairat wassalamualaikum

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...