fbpx

Nelayan Resah Kolong Air Kantung Tutup

Share

Kembali terjadi, perahu nelayan bubu kandas lalu terbalik dan pecah saat memasuki kolong air kantung. Menurut warga yang melihat saat perahu nelayan kandas, arus sungai jelitik dan arus laut membuat perahu terhempas tidak bisa digerakan. Nelayan Air Kantung pun terdengar mulai resah. Mereka menduga kolong air kantung akan tutup. Alur perairan berpotensi tertimbun pasir yang berasal dari 2 tumpukan pasir perusahaan selama bertahun tahun.

Kordinator Tapak PDKPBABEL, John Ganesha Siahaan mendalilkan peristiwa tersebut memiliki hubungan hukum dengan perbuatan perusahaan yang menempatkan stok kerja keruk pasirnya pada badan sungai. Sementara Pemerintah Kabupaten Bangka sebagai wali lingkungan hidup tidak melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksana kerja keruk pada kolong muara air kantung.

Ditambahkan Ganesha, bahwa saat ini TAPAK PDKPBABEL sedang menyusun gugatan class action para perwakilan nelayan. Melalui langitbabel ia mengundang nelayan pesisir air kantung yang ingin mengetahui tentang langkah hukum ini dapat menghubungi KSMNP-Sungailiat yang dikoordinir oleh Hasanudin, H. Zainal, Ambon, dan kawan-kawan.

Lewat pengadilan, Hakim bisa panggil kementerian, pemerintah daerah dan perusahaan untuk hadir di persidangan. Disana, akan dibahas tanggungjawab mereka terhadap nelayan dan muara air kantung ini. Sengketa ini akan diperiksa oleh Kekuasaan Hakim yang Merdeka.

John Ganesha Siahaan – Kordinator TAPAK PDKPBABEL

Dari VLOG yang dibuat Pak Ambon, perwakilan nelayan gaek air kantung. Terdengar, suara keresahan nelayan seakan-akan muara air kantung akan tutup. Jeritannya diarahkan kepada Gubernur Bangka Belitung dan Bupati Bangka. Ia berusaha meyakinkan pejabat daerah bahwa upaya yang mereka lakukan tidak mampu menjawab keresahan para nelayan.

Video Nelayan Gaek Menjerit Minta Perhatian Pemerintah Daerah

Lababel

Portal berita dan blog dan publisher terhadap konten musik, foto, film dan video (karya seni hiburan)

You may also like...