fbpx

Perjanjian Khusus di Buku III KUHPerdata

Share

Buku ke-3 KUHPerdata dimulai dari Pasal 1233 sampai dengan Pasal 1864. Selain membahas tentang norma perikatan dan perjanjian pada umumnya, juga menjelaskan lebih rinci beberapa perjanjian khusus atau perjanjian bernama yang berikan oleh Buku III KUHPerdata. Perjanjian khusus antara lain:

  1. JUAL BELI

Jual beli menurut Pasal 1457 KUHperdata adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang dijanjikan.

  1. TUKAR MENUKAR

Tukar Menukar menurut pasal 1541 KUHPerdata adalah suatu persetujuan dengan mana kedua belah pihak mengikatkan diri untuk saling memberikan suatu barang secara timbal balik sebagai ganti suatu barang lain.

  1. SEWA MENYEWA

Sewa menyewa menurut Pasal 1548 KUHPerdata adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu mengikatkan diri untuk memberikan kenikmatan suatu barang kepada pihak yang lain selama waktu tertentu, dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak tersebut terakhir itu. Orang dapat menyewakan pelbagai jenis barang, baik yang tetap maupun yang bergerak.

  1. PERJANJIAN KERJA

Menurut Pasal 1601a KUHPerdata, Perjanjian kerja ialah suatu persetujuan bahwa pihak kesatu, yaitu buruh, mengikatkan diri untuk menyerahkan tenaganya kepada pihak lain, yaitu majikan, dengan upah selama waktu yang tertentu.

  1. PERJANJIAN PEMBORONGAN PEKERJAAN

Menurut Pasal 1604 KUHPerdata Pemborongan Pekerjaan merupakan perjanjian pemborongan pekerjaan ketika pemborong akan melakukan pekerjaan atau bahwa ia juga akan menyediakan bahan-bahannya.

  1. PERSEROAN PERDATA

Menurut Pasal 1618 KUHPerdata perseroan perdata juga merupakan perjanjian khusus sebab perseroan perdata diartikan dengan suatu persetujuan antara dua orang atau lebih, yang berjanji untuk memasukkan sesuatu ke dalam perseroan itu dengan maksud supaya keuntungan yang diperoleh dari perseroan itu dibagi di antara mereka.

  1. PENGHIBAAN

Menurut Pasal 1666 KUHPErdata Penghibahan adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu. Undang-undang hanya mengakui penghibahan penghibahan antara orang-orang yang masih hidup.

  1. PENITIPAN BARANG

Menurut Pasal 1694 KUHPerdata Penitipan barang terjadi bila orang menerima barang orang lain dengan janji untuk menyimpannya dan kemudian mengembalikannya dalam keadaan yang sama. Lebih rinci Penitipan Barang adalah perjanjian khusus dapat dilihat dari Pasal 1701 KUHperdata bahwa Penitipan barang dengan sukarela hanya dapat dilakukan antara orang-orang yang cakap untuk mengadakan perjanjian.

  1. PINJAM PAKAI

Menurut Pasal 1740 KUHPerdata Pinjam pakai adalah suatu perjanjian dalam mana pihak yang satu menyerahkan suatu barang untuk dipakai dengan cuma-cuma kepada pihak lain, dengan syarat bahwa pihak yang menerima barang itu setelah memakainya atau setelah lewat waktu yang ditentukan, akan mengembalikan barang itu.

Rosevallie Galery
Pages: 1 2

John Ganesha Siahaan

Kelahiran Belinyu tertarik pada isue demokrasi, pembaharuan hukum dan pengawasan kebijakan publik. Aktif sebagai pekerja bantuan hukum dan Penggiat Ekonomi Kreatif pada Pengembangan Industti 4.O

You may also like...